Showing posts with label documentary. Show all posts
Showing posts with label documentary. Show all posts

Tuesday, October 7, 2014

Beyond The Shutter Click: Fotografi Tidak Hanya Sekadar Jepret

"Fotografi Itu Tidak Hanya Sekadar Jepret"
~AdiAgastya~
Kata-kata sederhana dari seorang yang mengabdikan diri di bidang grafis.
Awalnya saya tidak percaya.
Tapi itu benar adanya.
Video observasi di SLB C Singaraja mengingatkan saya akan sepenggal cerita sore di utara Pulau
Ketika kawan saya sang fotografer rela menghabiskan waktu dan tenaga datang dari Tabanan
menuju utara pulau ini menunggu malam tiba hanya untuk menangkap
gambar dari secerca bintang di langit utara, "Sing ngelah gae ci dig?"
Saat itu, 8 September 2014, pukul 17.00 saya mengantarkan Gudig menuju eks pelabuhan.
Sembari menunggu bintang, sang fotografer mengeluarkan tripod dari wadahnya.
Kamera Nikon nya diletakkan di atas nya, menunggu air pantai untuk tenang.
Saat itu saya duduk termenung, melihat adik-adik kecil menghabiskan sore bermain bola di parkiran.
Mereka menendang bola, diujung lapangan sang kiper telah menanti untuk menepis tendangan kawannya.
Mereka berlari, berlari dan berlari hanya untuk menjaga bola agar tetap melekat di kaki.
Bak penari yang sedang menari, kaki-kaki mereka lincah, bergantian menyentuh bola.
Salah seorang dari mereka mencuri perhatian.
Entah kenapa dia hanya menggerak-gerakan mulutnya tanpa sepatah katapun terujar.
Teman-temannya menggerak-gerakkan tubuhnya,
seakan hanya gerakan tubuh yang mampu membuatnya mengerti.
"Bahasa isyarat" pikirku.
Sebenarnya saya tidak layak menarik kesimpulan, tapi adik kecil tanpa baju dalam potret di atas...
Tuhan sepertinya memberikan jalan hidup lain baginya.
Tuhan membatasi salah satu inderanya.
Tuhan mungkin membatasinya untuk berbicara.
Meski ia tak mampu mendengar apapun.
Meski ia hidup dalam keheningan, namun yang saya yakini, suara dalam hatinya membisiki sang Tuna Rungu,
"Teruslah berlari, kawan. Menarilah tanpa lelah, karena tak seorangpun bisa menyuruhmu untuk berhenti"
Semoga potret di atas tidak hanya sekadar "jepretan"
Semoga "jepretan" saya ini mampu menggugah hati Anda untuk ikut mendoakan adik kecil ini

#LOKAHSAMASTAHSUKHINOBHAVANTU
Continue reading >>

Sunday, October 5, 2014

Senyum Hangat Sang Tuna Grahita/Big Broad Smiles of The Mental Disablers

~SENYUM HANGAT SANG TUNA GRAHITA~

Ribuan remaja merengek kepada orang tua mereka
"Ibu belikan aku Apple" "Ayah, belikan aku Jazz"
Tapi Komang bukanlah salah satu dari mereka
Komang hanya ingin tahu pakaian apa yang ia pakai hari Rabu kala itu
Dia hanya ingin tahu apa itu Rabu,
apa itu Pramuka,
apa itu Punk
Senyum di wajahnya dan teman-temannya yang begitu naif dan polos
membuat Bapak Guru memberikan stok kesabaran lebih kepada mereka
"Sekarang hari apa Komang? Komang pakai baju apa sekarang?"
"Sekarang Rabu, besok hari apa?"
Tanpa lelah, kata-kata itu dilontarkan berulang kali
Hanya untuk Komang, hingga dia bisa menjawab tanpa kesalahan
Tenggorokan Pak Guru tak pernah terasa kering, meski air tak membanjiri
Dayu hanya ingin tahu apa itu satu,
apa itu dua,
apa itu tiga
Senyum lepasnya adalah Pelangi bagi sang Guru
"Dua warnanya biru. Warna langit. Mana dua?"
"Warna daun. Cari yang warna daun. Itulah empat"
Ibu dan Bapak Guru tak pernah melepaskan perhatian dan sentuhan hangat mereka pada sang siswa
Siswa-siswa remaja yang penuh harap tahu apa itu angka, huruf, warna dan pakaian
Siswa-siswa remaja yang tak segan memberikan senyum polos yang mewarnai dunia
Siswa-siswa yang menggetarkan jiwaku, Doder dan Lina
Ketika tangan hangat mereka menyentuh tangan kami
Ketika keterbatasan tak mampu meluluhkan senyum dari wajah polos mereka
Senyum yang seolah berkata,
"Terima kasih, kak"
"Kami hanyalah satu dari sekian banyak bata di dinding yang membangun dunia"
"Sama seperti semua orang"

RAHAJENG SARASWATI
~BIG BROAD SMILES OF THE MENTAL DISABLERS~

A flock of teens, nay, Herds of teens cry a loud to their folks saying,
"Mom, I  want an Apple" "Dad, I need to ride a Jazz"
Komang is not on the list
Komang merely wanted to know what he was wearing on the Sunny Wednesday
"What is Wednesday" his mind might get stumbled on that thought
"What is Scout uniform? What is Punk?"
Big broad smiles of his and his friends were full of naivity and purity
Forcing the teacher to give a heartful of patience and affection
"What day is it today, Komang? What are you wearing today, Komang?"
"Today's Wednesday, what day will it be tomorrow?"
Those were the words he uttered restlessly
Just for Komang, so that he could nullify every mistake on his answers
His throat was never get drained, though nothing drops inside
Dayu wanted to know what one is
and two,
and three
Her broad smile was a rainbow for the teachers
"The color of two is blue. The color of sky. Which one is that?"
"The color of leaves. Find out which one, that's four."
Attention and warm touches were never made absent by the teachers
Teenage students full of hope of knowing numbers, letters, colors, and clothes
Students with big warm and naive smiles that color the picture of the Earth
Kids that moved Doder's, Lina's and my soul
As they touched our hands with warmth and gentleness
When limit couldn't tear their smiles apart from faces full of purity
Smiles through which the kids wanted to say,
"Thank you"
"We are ones of those bricks on the wall building up the world"
"Just like other people"
Continue reading >>

Tuesday, October 8, 2013

A Pre Wedding Documentary (Adi & Dian)

This month is going to be the most important month for my sister and her boyfriend. They are having a wedding! Alright, joy and tire come together, but who cares? They are having a marriage!
I hope I can give them the best wishes and gift for them. Well, at least this is what I've made as a gift.
Happy wedding!


P.S. I hope I will get a cute new nephew/niece soon! Wow, so excited! XD


Continue reading >>